Selasa, 16 Februari 2016

Chapter 01 Part 01: Bertemu Seorang Blogger

Sebuah kamar berukuran 4x6 meter, gelap, berantakan itu mungkin kata-kata yang menggambarkan kamar ini. Seorang pemuda dengan kacamata yang dipakainya dan sebuah monitor komputer yang merupakan satu-satunya cahaya penerang kamar ini, membuat suasana serasa hening tanpa suara. Hanya suara dentukan keyboard dan suara notifikasi sosial media yang membuat suasana kamar terlihat hidup.

"Huft udah jam 2 pagi, biasanya one punch man jam segini dah update. Ni fansubnya pada kemana sih?" Dengan memukul tanggan nya ke meja komputer, lantas tak lama kemudian Firman meringis kesakitan.

Sfx : Trung... (suara notifikasi facebook)

  'Siapa sih malam-malam update status' batin Firman.

Lalu Firman pun membuka notifikasi tersebut. Isi dari notifikasi tersebut seperti ini :

Ravi Ramandhika
Tampilan blog udah cocok, tinggal rajin-rajin aja upload..
*Dengan gambar tampilan blognya.

  'Yah ni orang mau coba-coba buat blog anime, heh palingan cuma beberapa hari doang udah tutup blognya' batin firman dengan memasang wajah meremehkan.

***

Sfx : Kringg...(suara alarm)

  "Eh buset, gempa" Firman terbangun dan terpental dari kursi tidurnya.

  "Cihh, masih ngantuk bangunin aja udah begitu bikin gue kaget lagi"

*Saat sedang berbicara sendiri Firman sering menggunakan bahasa gaul.

  "Firmann... Bangun! udah jam 5 pagi, sholat subuh dulu nak"

  "Iya bu Firman lagi matiin komputer"

...

  "Firman berangkat dulu ya bu"
  "Iya, hati-hati dijalan nak"

Pelan dan tatapan kosong, merupakan dua hal yang menggambarkan wajah Firman saat ini. Bagaimana tidak? Setelah di tolak oleh orang yang disukainya, di jauhi pula dan lebih parahnya lagi dia ditolak sembelum dia menyatakan perasaannya, sungguh mengenaskan. Lamunan Firman berhenti, setelah seorang perempuan dengan rambut hijau menepuk punggungnya, yang tak lain ia adalah Lily.

  "Eemm Fir... maaf ya"
  "Maaf soal apa ya?"
  "Soal kemarin, jujur aku ini orangnya blak-blakan, setiap ada cowok yang ngedeketin Andini aku pasti selalu cerita ke dia. Soalnya aku gak tahan Fir.. udah banyak cowok yang nembak dia tapi di tolak dan alasannya menolak pasti karena dia udah suka ama cowok lain. Padahal selama ini kan sebenarnya kan cowok yang Andini sukai itu teman masa kecilnya, lagian cowok itu mana mungkin masih ingat wajah Andini"
  "Lagian ya, cepat atau lambat Andini pasti tau perasaanku jadi masalah kemarin bukan salahmu kok, sekarang yang membuatku risih adalah kenapa Andini selalu menjauhi setiap cowok yang menyukainya. Kan gara-gara itu aku merasa bersalah, seolah-olah aku telah melakukan hal yang enggak-enggak ke Andini"

  "Andini mah gitu orangnya, baper banget, dia itu sebenarnya gak mau perasaanmu tersakiti. Oh ya btw nanti kalau dah sampe pertigaan kamu jalan duluan aja ya, soalnya nanti aku mau ketemuan sama Andini di situ"

  "Ya deh terserah kamu"

***

Terulang lagi, pelajaran matematika kosong dikarenakan pak Alwi sedang membimbing osn komputer. Seisi kelas riuh, setiap siswa memiliki kesibukan tersendiri. Hanya bangku baris pertama, no 2 dari pintu yang hening tanpa suara
#Krik2
Siapa lagi kalau bukan Firman dan Andini. Lily hanya bisa melihat mereka berdua dengan perasaan bersalah. Karena berkat Lily hubungan pertemanan mereka berantakan.
Karena Firman tak tahan dengan suasana hening di bangkunya, Firman pun mencari udara segar di luar kelas. Hanya terlihat seorang lelaki dengan gaya rambut spike yang sedang terduduk di depan kelas. Lelaki berambut spike tersebut mengajak Firman duduk bersamanya, lalu dia membuka pembicaraan.

  "Kau ada masalah ya, sama Andini?"
  "Tau aja kamu fid"
  "Ya taulah, soalnya dulu aku juga dah pernah deket ama dia waktu smp. Tapi sayangnya waktu nembak ditolak dan dijauhi, sayang cewek secantik dia hatinya tertutup"
  "Udah fid gak usah dibahas, sekarang aku lagi fokus nyari pendapatan tambahan. Soalnya udah dua bulan sejak kita masuk kelas 2 sma duitku abis mulu buat download anime"
  "Wah nggak nyangka orang seganteng kamu suka anime"
  "Emang nggak boleh ya orang ganteng nonton anime"
  "Bukannya nggak boleh, soalnya biasanya itu vvibu itu orangnya kaya gitu *_*"
  "Kaya gitu gimana maksudnya?"
  "Udah deh nggak usah bahas vvibu, btw kalau kamu butuh uang mendingan buat blog aja, terus kamu buat postingan semenarik mungkin, bila viewer nya udah banyak baru deh pasang iklan. Duit ente ngalir vroh"
  "Ah tapi aku malas nulis fid"
  "Kalau kamu malas nulis, masuk group Line aja"
  "Terus apa hubungannya Line ama blog"
  "Udah kamu masuk group Line aja"
  "Tapi aku kan nggak suka baca"
  "Aku juga dulu nggak suka baca. Tapi semenjak aku ikut group Line aku jadi suka baca, awalnya iseng-iseng aja baca salah satu novel jeffri xu. Eh lama-lama jadi suka baca"
  "Iya deh nanti aku gabung group Line"
  "Siip sekalian nanti kamu baca Light Novel My Dearest, dijamin kamu pasti suka" kata Hafid dengan penuh semangat sambil memeluk Firman
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar