Selasa, 16 Februari 2016

Chapter 01 Part 2

Semua siswa telah duduk rapi di bangkunya masing-masing. Guru bahasa Indonesia, Pak Galih namanya. Mengabsen satu persatu murid merupakan cara yang biasa guru lakukan dalam rangka menghafal nama muridnya.
  "Firman!"
  "Hadir pak!" Kata Firman dengan menganggkat tangannya
  "Firman, kamu sedang sakit?"
  'Duh gimana jawabnya ya' batin Firman dengan memasang wajah khawatir.
  "Emm anu pak sebenarnya tadi malam saya kurang tidur, jadi ya...hari ini saya kurang fit pak"
  "Haah ya sudah.... lain kali jaga kualitas tidurmu, jangan sampai terulang lagi, karena bapak nggak mau ada murid bapak yang kurang semangat ketika proses kbm sedang berlangsung"

*kbm-pelajaran

***
Bel istirahat

  "Fir, udah baca belum My Deareset" kata hafid dengan penuh semangat
  "Udah, mataku ini sebagai bukti kalau aku udah baca sampai seri2" Firman menunjukkan matanya yang merah kepada hafid
  "Bagaimana rasanya setelah baca My Dearest Fir?"
   "Keren sih, tapi setelah aku baca sampai seri 2 selesai malah buat sedih aja"
   "Nah, karena kamu sudah selesai baca My Dearest. Pulang sekolah nanti kamu buat cerpen dengan tema bebas. Nanti kalau sudah kasih cerpenmu ke emailku ya"
   "Buat apa?" Tanya Firman
   "Udah kamu lakuin aja, oh ya jangan lupa kirim juga karya cerpenmu yang, 4 hari yang lalu baru di nilai sama pak Galih"
   "Ya, nanti pulang sekolah aku kirim dua-duanya deh, tapi ingat setelah aku ngirim cerpen nanti aku ajarin buat blog ya"
   "Oke" kata Hafid dengan hormat ke Firman.

Percakapan mereka berdua seketika menjadi hening. Bagaimana tidak? Mereka berdua yang awalnya hanya duduk berdua di kursi taman sekolah, kini terdapat seorang perempuan dengan rambut hitamnya yang khas serta pita di rambutnya yang membuat perempuan itu semakin cantik. Tidak lain perempuan itu adalah Andini, keringat dingin bercucuran dari tubuh mereka berdua.

Biasanya mereka berdua justru ingin mengajak Andini berbicara bersama, namun kali ini nampaknya beda. Kehadiran Andini di tengah perbincangan mereka justru menjadi hal yang tidak di harapkan mereka berdua.

Sebenarnya semenjak 3 hari yang lalu, Hafid dan Firman berjanji tidak akan mendekati Andini sampai kelulusan tiba. Alasan mereka berdua membuat janji tersebut adalah untuk menjaga perasaan  mereka berdua yang sama-sama menyukai Andini. Dan saat mereka sudah lulus sma, persaingan mereka berdua merebut hati Andini di mulai dengan syarat:
-tidak boleh mengajak kencan atau semcamnya
-tidak boleh merayu/menggombali Andini
-merebut hati Andini harus dengan cara membuat, Andini penasaran pada pribadi masing-masing.

Memang cara seperti itu sulit untuk merebut hati Andini. Tetapi mereka berdua percaya bahwa salah satu dari mereka akan merebut hati Andini. Dengan membawa setumpuk kertas Andini membuka mulutnya.

  "Eem Fir tadi aku ketemu sama pak Galih terus pak Galih ngasih tugas Drama sama kelas kita, kebetulan kita di kelompok yang sama. Kira-kira kamu ada waktu kapan buat bikin naskahnya"
  "Emm anu aa-apa eng-nggak boleh pindah kelompok ya?" Tanya Firman dengan terbata bata
  "Oh tentu nggak boleh Fir" sahut Hafid
  "Fid tapi kan-"
  "Udah nggak papa kan cuma itu perintah langsung dari guru kita, anggap aja itu rejeki kamu"
  "Firman, kok kamu nggak kaya biasanya kamu kelihatan pucet banget lho" tangan andini menyentuh dahi Firman.

Wajah Firman memerah seketika.

  "Fir kamu harus ke  uks deh, kamu panas banget" wajah Andini terlihat khawatir.

Mengetahui wajah Firman yang semakin memerah, Andini mulai menyadari kalau Firman punya perasaan kepadanya. Lantas Andini segera membuka mulutnya.

  "Ano maaf" Andini segera berlari menjauhi mereka berdua tanpa mengetahui kapan ia mengerjakan tugas dramanya.

***
Di suatu kamar yang telah di perlihatkan sebelumnya, sebuah kamar berukuran 4x6 meter.
Terlihat Firman sedang duduk manis didepan PC dengan layar 21 inchi.

  "Hah akhirnya selesai juga.."
Tiba-tiba suara notifikasi muncul
  #Emm, cobah kamu bandingin cepen yang kanan sama yang kiri#
. Pesan dari hafid

*tanda # berati pesan chatting

  #ya aku baca dulu ya # balas firman.

.....
   #sudah selesai fir?#tanya hafid
   #udah fid#
   #menurut kamu bagus yang mana?# tanya hafid kembali
   #bagus yang kanan fid#
   #menurut kamu yang kanan skornya berapa dan yang kiri berapa?#
  # kalau menurut aku sih yang kanan 84 yang kiri 64#
   # nah itu kamu baru nyadarkan perbandingan cerpenmu yang dulu sama yang sekarang#
    #itu cerpen ku fid?#
    #iya#
     #kok beda ya? #
     #sama saja kok fir cuman, nama tokoh, tempat, dan judul aku ubah fir biar kamu mau baca, soalnya aku tau kalau kamu paling malas baca tulisan sendiri hehehe...#
   #ternyata aku hebat juga ya#
   #tapi kamu masih kalah sama aku fir#
   # iya, ya aku tau#

23 februari 2015
256 sebelum kelulusan

Ramai, merupakan suasana yang sedang terjadi di kelas saat ini. Seluruh siswa bergabung dengan kelompok dramanya masing-masing. Firman merupakan satu-satunya laki-laki dalam kelompoknya. Lily, Andini dan Sherly merupakan teman satu kelompok Firman. Firman selalu berharap ia satu kelompok dengan siswa laki-laki, namun entah mengapa Firman selalu mendapat kelompok dengan mayoritas siswa perempuan. Firman sendiri selalu canggung saat berkunjung ke rumah teman perempuannya oleh karena itu ia selalu ada berharap ada siswa laki-laki yang mendapinginya.

  "Nanti pulang sekolah kita mau ngerjain teks dramanya dirumah siapa?" Tanya sherly ke teman-temannya
  "Di rumah Andini aja, soalnya dirumah Andini kan transpotnya gampang" sahut Lily
   "Kamu mau nggak Din?" Tanya Sherly
    "Kalau aku sih yes" jawab Andini
    "Fir, mau nggak di rumah Andini" tanya sherly lagi
    "Emm, gimana ya, di rumahku aja deh. Nanti kalau kehabisan uang transpot aku anterin kalian sampai depan rumah"
   "Wahh setuju banget tuh. Jadi keputusannya nanti kita akan kerumah Firman yee, tapi nanti aku anterin sampai depan rumah ya" sahut ria Sherly
   "Iya deh -_- " jawab datar Firman

Sementara itu Andini dan Lily hanya terdiam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar