Minggu, 14 Februari 2016
Prolog My Blog Way
Tak ada yang bisa kulakukan selain menatap matanya, sedari tadi ia selalu mengajaku bercengkrama. Senang rasanya hati ini melihat orang yang di cintai merasa nyaman berada di sampingku. Tapi sepertinya ini tidak akan berlangsung lama. Sorotan mata tajam seorang perempuan dari kejauhan. Perempuan itu adalah teman dari Andini Sylyana Putri (perempuan yang berada di sampingku) Lily Anggraini namanya.
***
Tak terasa, sudah 5 hari sejak libur akhir tahun. Beruntung hari jumaat yang biasanya di isi pelajaran matematika, saat ini kosong dikarenakan Pak Alwi (Guru matematikaku) sedang mengikuti penataran. Sebagai gantinya ia memberikan tugas "mengerjakan soal matematika pada buku paket halaman 101 ditulis di kertas sobekan" Kurang lebih seperi itu perintahnya.
Perempuan yang kini duduk di sampingku membuka mulutnya
"Fir aku minta kertas sobekan dong♡ soalnya kertas ku habis ni" Andini, sambil menggerakkan tubuhnya dan memasang wajah memelas
"Iya,iya" Jawabku dengan nada datar
Wanita berambut hijau dibelakangku yang tak lain adalah Lily membuka mulutnya.
"Cie-cie pasangan suami istri pagi-pagi udah bermesra mesraan"Kata Lily dengan mata berbinar-binar.
Mendengar perkataan Lily sontak membuat wajahku memerah, sementara Andini seolah tak terpengaruh dengan perkataan Lily.
***
Warna langit yang berubah menjadi oranye menandakan hari sudah sore. Satu persatu siswa mulai meninggalkan sekolah. Karena sedari tadi aku menahan air yang ingin keluar dari tubuhku, terpaksa aku berlari menuju toilet sekolah. Lega rasanya ketika air kotorku telah keluar. Ketika aku telah selesai buang air kecil, aku mendengar suara langkah kaki di depan toilet. Ketika suara langkah kaki berhenti suara perempuan yang tak asing bagiku terdengar di telingaku.
"Din aku kan sudah lama kenal denganmu, selama itu pula aku sudah sering melihat lelaki yang mendekatimu" Kata Lily mencoba meyakinkan Andini
"Ya aku tau kok kalau banyak laki-laki yang mendekatiku. Tapi jika ada yang menyatakan perasannya keapadaku pasti akan aku tolak seganteng apapun orang itu"
"Bagaimana kalau Firman menyukaimu?"
"Aku akan menolaknya dan menjauhinya karena aku tak ingin perasaannya tersakiti karena berteman denganku"
Mendengar pernyataan Andini, sontak membuat dadaku terasa sakit. Karena di tolak dari belakang, karena tak tahan dengan pernyataan Andini aku membuka pintu kamar mandi dengan keras.
Sfx duar...
"Andini, setidaknya bila kau menolak perasaanku. Kita masih bisa bertemankan?"
"Tidak bisa. Karena aku sudah menyukai lelaki lain" jelas Andini dengan meneteskan air matanya.
Andini berlari meninggalkanku, Lily mengikuti Andini dari belakang. Saat itu juga aku tak bisa berkata apa-apa. Aku hanya bisa terdiam dan merenung dalam penyesalan. Tak hanya ditolak tapi juga dijauhi, itu merupakan suatu doubel point yang menusuk......
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar